Sunday, March 15, 2009

Hidup "Free" Masa Remaja Sekarang

Keprihatinan: Hidup "Free" Masa Remaja Sekarang
(Hedonis, Rokok, Gamer, Narkoba dan Sex)

endrawanch

Setelah kita memasuki era sistem komunikasi global, dengan mudah mengakses informasi melalui media cetak, TV, internet, komik, mobile media, dan DVD bajakan yang berkeliaran di masyarakat, akan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita. Setiap fenomena yang terjadi di dunia dan tentu saja akan memberikan nilai positif maupun negatif. Tergantung pada paradigma dan landasan hidup setiap waktu.
Masing-masing dari kami akan senang dengan produk atau layanan yang lebih canggih dan praktis. Teknologi internet yang tidak dikecualikan batas telah merobohkan dunia televisi dan media yang memberikan hiburan, informasi dan berita. Demikian pula, ponsel yang telah membantu sesama manusia untuk komunikasi setiap saat bahkan satu dengan yang lain terletak di Utara-Selatan atau Timur - Laut.
+ Kebebasan Teknologi - Pendidikan = kehancuran

Setiap teknologi memberikan dampak positif dan negatif. Maraknya penggunaan ponsel telah menurunkan individu interaksi secara langsung. Ini akan cenderung membuat pola kehidupan manusia menjadi indivualistis. Dampak negatif ini dapat dikurangi bahkan jika pengguna memiliki pemahaman / pengetahuan, sikap dan etika yang kuat (positif-wise) untuk mengambil keuntungan dari hal-hal secara selektif dan efektif.
Ini adalah titik masalah untuk anak-anak dan remaja. Internal filter (pemahamam, etika dan sikap) dari anak-anak dan remaja kita masih sangat rapuh. Pada era sekarang kompleksitas kehidupan saat ini, orang tua (terutama di daerah perkotaan) kehilangan kuasa untuk mendidik dan keluarga untuk anak-anak mereka. Hal ini diperparah dengan maraknya "racun-racun" yang diterima oleh anak-anak kita saat ini. Adegan-adegan kekerasan, seksual, mistik, dan hedonisme di media televisi, surat kabar dan Internet, dan sistem pendidikan sekolah yang gagal untuk membangun karakter anak-anak, telah menyerang anak-anak kita saat ini.
Di sisi lain, peraturan dan hukum rendah inforcement dari pemerintah dan aparaturnya, telah menyebabkan kepribadian-kepribadian yang merusak generasi muda kita "berkembang biak: yang cepat. KKN antara pihak-pihak yang berwenang di peraturan, publikasi dan distribusi dari jutaan media pemimpin masa depan Indonesia pada akhir pemadaman. Kekhawatiran baris anak-anak dan remaja saat ini, seperti remaja, pola hidup konsumtif-hedonistik, pergaulan bebas, rokok, narkoba, ketagihan dan permainan di baris ke hampir budaya "gaya hidup" pemuda masa kini.
Teknologi tanpa filtrasi (diperlukan peraturan agar kebebasan tidak berlubang) dan rapuhnya pendidikan / karakter manusia mengakibatkan disintegrasi bangsa.
Rokok, Narkoba, Seks, dan AIDS

Berita dari siswa yang di tempat penelitian, olimpiade sains, seni dan olahraga, terancam oleh kaum muda Indonesia saat ini dalam kekacauan. Jutaan anak muda menjadi korban dari perusahaan-nikotin rokok. Lebih dari 2 juta remaja Narkoba addiction Indonesia (BNN 2004), dan 8000 lebih remaja terdiagnosis pengidap AIDS (Depkes 2008). Selain itu, moral anak-anak dalam hubungan seksual telah memasuki tahap mengawatirkan. Lebih dari 60% dari SMP dan SMA pemuda Indonesia, tidak perawan lagi. Perilaku telah hidup bebas meruntuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat kita.
Berdasarkan hasil survei Komnas Perlindungan Anak bekerjasama dengan Badan Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada tahun 2007, adalah bahwa kaum muda:
- Sebanyak 93,7% anak SMP dan harus mencium, hastakarya, dan oral seks.
- Sebanyak 62,7% anak SMP yang tidak perawan.
- 21,2% dari remaja SMA ada mengakui aborsi.
- 2 juta perempuan dari Indonesia, yang telah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja perempuan.
- 97% dari SMP dan siswa SMA klaim untuk mencintai menonton film porno.
Pengakuan siswa SMA, Pemuda Beginikah Kita?

"Sekarang saya lagi Jomblo. Sudah putus dua tahun. Sick juga! Habis perempuan empat tahun, dan sudah dengan baik-istri dari suami. Sebelumnya, setiap kali bertemu, gejolak seks muncul hanya sekali. Terus ML (making love) deh. Biasanya kita melakukan kegiatan di hotel. Kadang-kadang di rumah juga, jika orang pulang lagi. Jika rumah adalah satu-satunya lagi sepi berani ciuman dan raba sana. membuat saya, semua biasa. saya merasa yakin karena doi nglakuinnya suami saya akan. Saya tidak takut terhadap dosa. Kan seperti kami, jadi tidak ada paksaan. Dosa terjadi apabila ada paksaaan. Gitu yang saya! Waktu putus, saya tidak nyesel nglakuin itu, habis, Aku ingin lebih! Chill out! Tentang pendidikan seks, saya tidak pernah terima dari orang tua. Sebagian besar teman-teman, majalah, buku, atau film "
Itulah kata neila (samaran), siswa kelas 3 sebuah sekolah menengah di Jakarta Timur, yang hanya UAN. Tanpa beban, baik cantik manis ini menceritakan pengalaman remaja. Dia dan pecinta harus tahu apa yang harus dilakukan seks pranikah yang tidak membuat mereka hamil.
Sampai sekarang, di semua neila yakin orangtuanya tidak tahu perilaku dari kedua perempuan. "Gue nggak bakal ceritalah, bisa mati mendadak. Teman bahkan ada yang tahu, tentu saja memiliki pengalaman yang sama," ujarnya sambil angin-milin rambut.

Menurutnya, ML di kalangan remaja sekarang ini tidak terlalu aneh lagi. Bahkan, ada yang sengaja merayu pria dewasa, yang dapat ditemukan di pusat-pusat perbelanjaan dan tempat umum, untuk mendapatkan uang atau barang-barang berharga, seperti model ponsel terbaru, merek jam tangan, pakaian, sepatu, tas, dan sebagainya. "Bukan profesi, itu hanya iseng. Hitung-hitung gaya dapat dibuat. Mending gue` eh, sama pacar nglakuinnya dan bukan hanya untuk mencari uang, "sergahnya.
Meninggalkan atau bertindak?

Seharusnya kita harus kembali ke akar budaya bangsa. Jauh sebelumnya, bangsa itu adalah bangsa yang memiliki nilai akar (root nilai) yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya kemanusiaan dan kesusilaan, seperti dalam falsafah Pancasila dan nilai. Kondisi yang menimpa kaum muda saat ini, dan harus dibangun sehingga mereka dididik menjadi pemimpin yang mempunyai moralitas tinggi untuk bangsa dan negara.
Semua pihak harus merasa bertanggung jawab untuk kasus ini. Selain orang tua, peran masyarakat sangat penting. Sistem pendidikan kita juga harus berubah. Jangan meningkatkan anggaran tanpa meningkatkan nilai pendidikan nyata. Pemerintah harus tegas telah melaksanakan hukum, dan pengusaha, pedagang, internet dan web mencoba untuk menghentikan penyebaran kerusakan (karena generasi kita masih rentan).
Hal-hal yang harus dilakukan:
- Pemerintah filtrasi firma Sinetron, film atau iklan yang mengandung kekerasan seksual, pergaulan bebas, mistik-agama, agama-kekerasan, perjudian dan ramalan.
- Unknown terhadap pelanggar Undang-Undang Perlindungan Anak
- Menfilter situs porno di Indonesia. Sampai sekarang, hanya 6 memiliki Situs Porno Paling diakses di Indonesia
- Pusat Pemuda Building, pusat pendidikan dan kreatif untuk pemuda-remaja sehingga beraktivitas positif.
- Yang aktif kontrol kampanye (iklan) dan peredaran rokok.
- Memprioritaskan program pencegahan perdagangan anak, eksploitasi seksual komersial anak-anak, dan obat-obatan.
- Pendidikan dalam masyarakat yang tidak mengasingkan anak-anak (yang menjadi korban), untuk membantu mereka keluar dari masalah mereka (bahan dan moral).

Referensi: (Komnas PA, Media Indonesia, Suara Merdeka, dan Kompas)

Dari → Artikel Nusantaraku

1 comment:

Anonymous said...

nice